×
Komitmen Perkuat Sektor Pangan, RNI Gelar FGD Urgensi Ketahanan Pangan di Indonesia
JAKARTA – Dalam rangka memperkuat komitmen mewujudkan ketahanan pangan nasional, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Urgensi Ketahanan Pangan di Indonesia, Kamis, 18 Februari 2021. FGD yang dilaksanakan secara virtual tersebut dihadiri Direksi RNI, Direksi BUMN Klaster Pangan, Direksi Anak Perusahaan RNI Group, serta segenap karyawan RNI Group dan BUMN Klaster Pangan, serta Chief Economics Danareksa Research Institute Moekti Prasetiani Soejachmoen sebagai narasumber.

Usai membuka acara, Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan, FGD ini merupakan foum yang tepat untuk mendiskusikan banyak hal terkait agenda ketahanan pangan nasional. Diharapkan forum ini dapat memberikan insight serta gagasan yang dapat ditindaklanjuti untuk membantu pembenahan tata kelola pangan nasional.

Arief mengatakan, sebagai ketua BUMN Klaster Pangan, RNI bersama BUMN pangan anggota Klaster memiliki peran yang sangat besar dalam membantu pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. Kedepan, seiring upaya peningkatan market share, peran BUMN Klaster Pangan akan semakin besar karena membidangi sejumlah komoditas pangan strategis.

Sementara itu, dalam paparannya Moekti menyampaikan sejumlah isu terkait pangan, diantaranya kondisi pangan global yang semakin mengalami peningkatan harga selama pandemik, walaupun tidak setinggi pada saat krisis pangan 2007 dan 2011, lalu kondisi pangan Indonesia yang dalam beberapa bulan terakhir terjadi kenaikan harga pangan Indonesia yang diakibatkan terganggunya produksi dan distribusi akibat musim penghujan.

Moekti mengatakan, peluang ketahanan pangan nasional dapat diwujudkan salah satunya melalui pengembangan Food estate yang tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah, perluasan usaha pertanian, penciptaan lapangan kerja, terbukanya potensi ekspor, serta integrasi sistem produksi, pengolahan dan perdagangan. Selain itu, pemangkasan jalur distribusi serta penataan pola tataniaga untuk pembiayaan petani menjadi solusi yang harus terus ditingkatkan. (Corcom RNI)